Jl. Munaan Ore rt. 003 Muara Asa, Kec. Barong Tongkok

LANGKAH TEGAS SMAN 4 SENDAWAR HADAPI KABUT ASAP DI KUTAI BARAT

KUTAI BARAT — Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kutai Barat dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada kenyamanan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk melindungi kesehatan warga sekolah, SMA Negeri 4 Sendawar menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara.

Kepala SMAN 4 Sendawar, Ambar Putri Srihandari, S.Pd. M.Pd., mengatakan bahwa sekolah membatasi kegiatan di luar ruangan dan mengingatkan peserta didik dan warga sekolah agar menjaga kesehatan selama kabut asap masih ada. Penyesuaian dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, seperti batuk, sesak napas, serta iritasi mata dan tenggorokan.

“Sekolah tetap menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi kabut asap. Untuk kegiatan di luar kelas, kami batasi,” ujar Ambar Putri Srihandari, S.Pd. M.Pd.

Sejumlah penyesuaian diterapkan oleh sekolah. Kegiatan olahraga dialihkan ke dalam kelas apabila kondisi udara dinilai tidak aman, sedangkan upacara bendera ditiadakan sementara selama kabut asap masih mengganggu. Sekolah juga menerapkan Belajar dari Rumah (BDR) melalui Google Classroom, Google Meet, dan grup WhatsApp kelas.

Meski demikian, pembelajaran jarak jauh menghadapi beberapa kendala. Ambar menjelaskan bahwa tidak semua peserta didik dapat mengikuti kelas daring secara optimal. Keterbatasan jaringan internet di kampung, paket data, serta telepon genggam yang rusak menjadi hambatan bagi sebagian siswa.

“Kendalanya, jaringan internet di kampung masih terbatas. Sebagian siswa terkendala paket data dan HP yang rusak. Guru berusaha memberikan materi dan tugas agar siswa tetap belajar,” tambahnya.

Guru SMAN 4 Sendawar, Vivi Sulistiawati, S.pd., menilai kabut asap perlu mendapat perhatian serius karena dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di lingkungan sekolah. Kondisi udara yang kurang bersih juga dapat membuat peserta didik sulit berkonsentrasi dan merasa tidak nyaman saat belajar.

“Kabut asap dapat mengganggu konsentrasi siswa saat mengikuti pembelajaran. Udara yang kurang bersih membuat kegiatan belajar menjadi kurang nyaman,” jelas Vivi.

Vivi mengingatkan bahwa paparan asap dapat memicu gangguan pernapasan, batuk, iritasi mata, dan iritasi tenggorokan. Karena itu, sekolah terus menghimbau peserta didik dan seluruh warga sekolah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap menebal, menggunakan masker yang sesuai bila diperlukan, serta menjaga kesehatan dan mengikuti arahan sekolah.

Dari sisi peserta didik, Dayang mengungkapkan bahwa kabut asap membuat udara terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut juga mempengaruhi kenyamanan belajar, baik di dalam kelas maupun saat beraktivitas di luar ruangan.

“Dampaknya seperti batuk, sesak napas, mata perih, dan iritasi tenggorokan. Jadi, kami harus menjaga kesehatan selama kondisi ini berlangsung,” kata Dayang.

Dayang menambahkan bahwa siswa berupaya mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat diperlukan, menjaga kebersihan diri, dan mengikuti himbauan dari sekolah. Di tengah kondisi tersebut, para siswa tetap berusaha mengikuti pembelajaran dengan baik.

Kepala sekolah, guru, tendik, dan peserta didik berharap kabut asap segera berakhir sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Mereka juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan serta lahan.

Masyarakat dihimbau untuk tidak membakar hutan atau lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memilih cara pembukaan lahan yang lebih aman dan tidak merusak lingkungan. Upaya pencegahan dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Upaya yang terus kami lakukan adalah mengevaluasi dan mencari solusi atas kendala pembelajaran, menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan menyenangkan, serta memotivasi siswa agar tetap semangat belajar meskipun menghadapi kabut asap,” tutup Ambar.

Keterangan Redaksi

Penulis: Krista

Pewawancara: Hesti, Isna,

Kameramen: Patrisia Meisya

Penyunting: Novitasari, S.Pd.

Narasumber: Ambar Putri Srihandari, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMAN 4 Sendawar), Vivi Sulistiawati, S.Pd (Guru), dan Dayang Marsyanda (Siswa).

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *